Minggu,November 23, 2008 Hari ini hari yang cukup berarti buatku. Ketika semua orang masih terlelap tidur, aku sudah terbangun dengan lagu laskar pelangi yang menjadi alarm pagi favoriteku yang selalu setia membangunkan aku dikala rutinitasku di pagi hari. Hari ini aku awali dengan senam badan di atas tempat tidur kosku , putar kiri putar kanan dengan sedikit lekukan tubuh ciattt…cukuplah waktu 5-10 menit untuk melenturkan tubuhku.Mulailah aku dengan mandi pagi karena hari ini aku ada ujian tengah semester maklumlah aku masih seorang mahasiswa yang kebetulan juga bekerja untuk menutupi biaya kuliahku yang cukup atau bahkan lumayan banyak.Yup byar…byur…byar…byur sekitar 15 menit berlalu aku mulai bergegas ganti baju dan kupersiapkan peralatanku ujian. Kebetulan hari ini aku nebeng temen kuliahku pak imam, yah aku masuk dalam komunitas nebeng.com he he ya itung-itung ikut menyelamatkan bumi dari ancaman global warming.
Aku tunggu pak imam di halte dekat supermall lippo karawaci. Tak sampai 10 menit mobil pak imam menepi ke arah halte dan ternyata benar itu pak imam, langsung saja kulangkahkan kakiku ke mobilnya dan bergegas menancap gas karena waktu sudah jam 09.45. Kami memang sengaja datang lebih awal supaya tidak tergesa-gesa ngerjainnya selain itu sapa tau ada kisi-kisi terbaru dari temen-temen karena ujian kali ini open book. Nah bicara tentang open book, ujian kali ini aku hanya mengandalkan teman baruku yaitu notebook ku, ya itung-itung menyelamatkan bumi dari global warming jadi semua modul sengaja tidak aku print tetapi dalam bentuk softcopy..keren kan…he he jadi kalo kertas musuhnya air dan rayap nah kalo aku musuhnya virus komputer he he sekali ada virus menyerang aku perlu mengusap keringat di kepalaku karena data-dataku berada dibawah ancaman hilang he he.. Lanjut cerita aku akhirnya bisa melewati ujian tengah semester kali ini dengan baik..Kira-kira jam 14.30 aku bergegas pulang karena ujian telah selesai dan sore itu hujan cukup deras jadi kami memutuskan untuk langsung pulang. Sesampainya di rumah aku langsung merebahkan tubuhku karena aku hari itu merasa capai sekali. Karena capai yang gak karuan aku ketiduran dan lupa untuk pergi ke gereja. Cerita berikutnya aku bertengkar dengan dika gara-gara aku ngerjain dika agak kelewatan yaitu aku merasa tersinggung karena gara-gara aku sakit jadi acara nonton ditunda…aku bersih keras untuk pulang naik angkot. Karena saling ngotot-ngototan kami sempat beradu pandang dan kata sampai akhirnya suara senyap dan terdengar suara “Bukk…” aku pukul tegel alias ubin rumah dika karena dah gak kuat menahan emosi. Rasa emosi bercampur sakit di tanganku menjadi satu dan bisa dibayangkan raut wajahku yang melipat-lipat menahan rasa nyeri dan ngeri. . Tetapi inilah hidup kawan masalah yang ada harus kita hadapi dan kita karus bisa menahan ego kita mending kita mukul ubin daripada mukul orang yang kita hadapi karena dengan memukul ubin kita tersadarkan begitu sakitnya tangan kita seperti halnya hati kita sakit bila mendapat benturan-benturan dari orang lain. Janganlah menyakiti hati orang lain karena Tuhan menciptakan hati untuk dicintai dan dihargai…



Recent Comments