Setelah menonton film keluarga ini aku sungguh menaruh hati pada jalan cerita ini. Menurut aku cerita mengangkat kisah anak yang punya keinginan kuat untuk menjadi seorang pesepakbola yang mengenakan garuda di kostumnya. Semua pesepak bola cilik pasti mempunyai keinginan untuk masuk timnas, tetapi kegigihan serta semangat yang tak kenal lelah membuat bayu purnomo jati masuk SSB Arsenal dan kemudian bisa masuk seleksi timnas usia 13. Walau sempat membuat kakeknya menderita serangan jantung yang tadinya kupikir kaget karena cucunya maen bola eee ternyata kaget karena melihat giringan cucunya yang aduhai hahaha..Setelah melihat kisah film ini aku teringat 10 tahun yang lalu ketika aku memutuskan untuk masuk SSB di Yogyakarta, Dulu aku bergumul dengan sepak bola kampung, timku bernama FC Bejo karena kebetulan perumahan yang aku tinggali bernama perumahan berjokarto permai hehee unik juga ya
Dari kejuaraan2 kampung skiilku bermain bola mulai diasah dulu aku berposisi sebagai striker.Ketika FC bejo maen beberapa warga yang melihatku menaruh simpati karena permainanku berbeda dari yang lain bahkan diumur 13 tahun aku sudah bisa membuat gol salto, pada waktu itu mungkin hanya anak 18 tahun yang bisa melakukannya. Setiap kami bertanding selalu memberikan suasana yang berbeda dan memuaskan penonton. Sehingga tak heran bila kali ini setiap aku bermain bola selalu teringat sorak-sorai warga di kampung sehingga itulah yang memberikan semangat aku. Kisah yang hampir sama dengan film ini adalah setiap aku bertanding ayah n ibuku tak pernah mendampingi aku mungkin karena kesibukan kerjanya sehingga beliau tidak sempat untuk menontonku bertanding. Cerita itu berlanjut ketika akhirnya aku disarankan oleh kakakku mas andi untuk masuk ssb karena syarat itulah yang menjadi utama bila seorang pemain sepakbola ingin berkembang. Kala itu aku ingin mewakili jogja melalui olah raga. SSB HW (Hizbul Wathan)menjadi SSB pertamaku wah sungguh harapan besarku disana, pertama kali datang kesana wuhh minder dan berdecak kagum karena melihat para pemain SSB sudah fasih memainkan bola, tetapi aku tetap yakin karena keinginanku adalah masuk tim jogja dalam kejuaraan. Setelah kira-kira 2bulan aku berlatih disitu aku keluar dari SSB karena jadwal sekolahku selalu bertabrakan sehingga orang tuaku menyuruh aku untuk menghentikan latihan. Kala itu untuk mendaftar menjadi pemain SSB hanya 7000 rupiah hehe murah ya. kalo sekarang nasi goreng pake telor belum pake minum hehe.. Cerita ini lanjut ya karena masih panjang n seru lho hheee
Garuda di dadaku Garuda kebanggaanku
20 06 2009Comments : Leave a Comment »
Categories : 1



Recent Comments